Kabupaten Labuhanbatu Utara. Detikhukum.Com
Insiden dugaan keracunan usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), nampaknya belum berakhir.
Info terbaru, datang dari SMP Swasta Ahmad Dahlan, Kecamatan Kualuh Hulu,.Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera. Peristiwanya terjadi Jumat (11/9/2026).
Program MBG (Makan Bergizi Gratis),. salah satu program strategis nasional dan prioritas era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) ini, dikabarkan mengakibatkan sebanyak 5 (lima) orang anak, sempat terpapar seusai mengkonsumsi menu makan bergizi gratis disekolah tersebut.
Info lengkap terkait kronologi dugaan anak terpapar keracunan ini, belum dapat dikonfirmasi secara pasti, dari pihak terkait di Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Meski informasi peristiwa ini, telah viral diberbagai platform media sosial ( Facebook ).
Dikutip dari berbagai postingan warga di sejumlah platform media sosial menyebutkan, menu MBG yang dikonsumsi anak Jumat (11/9/2026) kemarin, terdiri dari : kentang goreng, dimsum bakso, mix vegetables, tahu goreng, dan kelengkeng.
Sejumlah anak dikabarkan, sempat dilarikan ke Puskesmas Aek Kanopan, untuk mendapatkan tindakan medis. Anak-anak yang terpapar dugaan keracunan ini, menunjukkan gejala diare, dan badan sempat lemas.
Sementara ada sejumlah anak yang tidak terpapar dugaan keracunan, karena mereka membawa menu makanan dari rumah maupun yang diantar para orang tua mereka.
Keterangan yang diperoleh awak media Jurnalis Info86News.Com , Sabtu (12/9/2026) siang, dari Ketua Dikdasmen PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara bernama Lahuddin Nur Harahap membenarkan ada sebanyak 5 orang anak diduga terpapar keracunan MBG.
“Pasca 5 orang anak diduga terpapar keracunan, seusai mengkonsumsi MBG, pihak sekolah fokus menangani anak murid yang terdampak, dengan membawa mereka ke Puskesmas”, ucap Lahuddin Nur Harahap kepada wartawan..
Selanjutnya, melakukan kordinasi dengan orang tua murid. Dan alhamdulillah, anak murid yang terdampak dugaan keracunan, sudah pulang ke rumah.
Terakhir, melalui aplikasi perpesanan online, dia menyampaikan, Insya Allah terus memantau perkembangan kondisi anak murid yang terdampak.
By penulis (Mora Tanjung).
