DetikHukum

Kepedulian MSN Labuhanbatu, Kini Camat Rantau Selatan dan Lurah Bakaran Batu Jenguk Nek Siti Khadijah di RS Hartati.

Kabupaten Labuhanbatu. Detikhukum.Com

Kisah pilu Siti Khadijah (55 Th) seorang nenek yang hidup serba kekurangan bersama cucunya kian mendapat perhatian dari berbagai pihak. Setelah sebelumnya, mendapat pertolongan Ketua MSN Polres Labuhanbatu, Rio Tan, kondisi Siti kini turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

Melalui Camat Rantau Selatan, Maimun Saleh Ritonga, Lurah Bakaran Batu Alim dan Kepala Lingkungan Ahmad Ridho serta jajarannya turun langsung mengunjungi RS Hartati guna melihat kondisi nenek tersebut yang tengah terbaring sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Maimun Saleh Ritonga menyampaikan, atas keprihatinan terhadap salah satu warganya yang saat ini sedang dalam penanganan medis. Terlebih, Siti Khadijah merupakan sebatang kara hanya ditemani seorang cucu laki-laki nya.

“Kami berterima kasih kepada rekan media atas kepeduliannya. Selama ini nenek tersebut juga telah menerima bantuan. Saya sampaikan juga agar kepala lingkungan nantinya lebih memperhatikan kondisi beliau” terang Camat Ransel Maimun, Kamis (10/09/2026) di RS Hartati Jalan Siringo-ringo.

Siti Khadijah merupakan salah seorang warganya di Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Maimun Salah mengatakan, akan melihat fasilitas bantuan pemerintah yang ada sesuai dengan kondisi nenek tersebut apakah sudah diterimanya.

“Nanti kita coba lihat ya semua fasilitas pemerintah yang ada, apakah nenek Siti Khadijah sudah mendapatkannya” ucapnya.

Tangis haru sedih bercampur bahagia meneteskan airmata Siti Khadijah saat Camat Ransel Maimun Saleh, memberikan tali asih bentuk kepedulian dan keprihatinannya. Bantuan itu diharap dapat sedikit meringankan bebannya dan cucu di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas.

Sebelumnya diketahui, Siti Khadijah atau dikenal dengan nama nek musholla telah terbaring sakit selama sekitar sepekan di Rumah Kontrakannya Jalan Ahmad Ridho, Kelurahan Bakaran Batu, Rantau Selatan.

Dalam kondisi tersebut, ia hanya bisa pasrah karena keterbatasan ekonomi membuatnya kesulitan mendapatkan pengobatan yang layak. Hanya cucu laki-lakinya yang selalu setia menjaganya saat terbaring lemah.

Cucunya yang masih duduk dibangku Kelas II Sekolah Dasar (SD) itu bersekolah dengan ditumpangi ke tetangga kontrakannya. Demi kebutuhan hidup sekaligus biayai sekolah cucunya nek Siti tetap semangat mencuci dan menyetrika pakaian milik tetangganya.

Namun, penghasilannya sangat terbatas. Dari satu rumah tempat ia bekerja, Siti menerima sekitar 300 ribu per bulan. Penghasilan tersebut harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, keperluan sekolah cucunya, serta membayar kontrakan rumah yang mencapai Rp 350 ribu per bulan.

Kondisinya semakin berat ketika Siti jatuh sakit. Selama kurang lebih satu minggu, ia hanya terbaring di rumah tanpa mendapatkan perawatan medis yang memadai. Bahkan, di tengah kondisi tersebut, tunggakan biaya kontrakan juga belum mampu dilunasi.

Kisah nek Siti mendapat perhatian dari Ketua Media Satuan Reserse Narkoba (MSN) Polres Labuhanbatu, Rio Tan, bersama pasangan dan sejumlah rekannya. Tergerak melihat kondisi Siti yang memprihatinkan, mereka kemudian membawa nenek tersebut ke RS Hartati, Jalan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepedulian yang datang dari berbagai pihak ini menjadi harapan baru bagi Siti Khadijah dan cucunya. Tidak hanya bantuan materi, perhatian langsung dari pemerintah dan masyarakat juga menjadi penguat bagi seorang nenek yang selama ini berjuang menjalani kehidupan dalam keterbatasan.

Kisah Siti sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan bukan hanya soal bantuan, tetapi juga tentang hadir, melihat langsung kondisi mereka, dan memastikan mereka tidak merasa sendirian menghadapi kesulitan.
By penulis (Mora Tanjung).

Exit mobile version