TEMBILAHAN, 21 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau Kelurahan Tembilahan Hilir menggelar program unggulan SIGAP (Siaga Tanggap Bencana dan Pencegahan Kebakaran) di SMK Negeri 1 Tembilahan pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta keterampilan tanggap darurat kebakaran di lingkungan sekolah.

Program edukasi ini terlaksana atas kolaborasi antara Mahasiswa Kukerta UNRI Kelurahan Tembilahan Hilir bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala SMKN 1 Tembilahan Abd. Rahim, S.Pd., M.Pd., Ketua Kukerta Berdampak UNRI Tembilahan Hilir Renol Siregar, serta jajaran pejabat DPKP Kabupaten Inhil, antara lain Kabid Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Iwan Seprianto, S.E., M.Si., Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Sirmanto, S.H., dan Analis Kebakaran Tiara Felida Lovinasia, S.IP., M.Si., beserta tim operasional pemadam kebakaran.

Kepala SMKN 1 Tembilahan, Abd. Rahim, memberikan apresiasi atas inisiatif dan kolaborasi yang terjalin. “Edukasi pencegahan kebakaran dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ini merupakan bekal penting bagi peserta didik maupun tenaga pengajar untuk menghadapi situasi darurat secara tepat, cepat, dan aman,” ujarnya.
Ketua Kukerta Berdampak UNRI Tembilahan Hilir, Renol Siregar, menjelaskan bahwa Program SIGAP dirancang untuk menanamkan budaya sadar keselamatan (safety culture) sejak dini.

”Melalui sosialisasi yang dipadukan dengan praktik langsung, kami berharap para siswa tidak hanya memahami teori pencegahan kebakaran, tetapi juga terampil melakukan penanganan awal menggunakan APAR sebelum api membesar,” jelas Renol.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh tim DPKP Kabupaten Inhil mengenai potensi penyebab kebakaran, tata cara pencegahan, prosedur evakuasi darurat, hingga teknik pengoperasian APAR sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi dan praktik langsung pemadaman api menggunakan APAR oleh para siswa dan guru di bawah bimbingan dan pengawasan tim pemadam kebakaran.

Para peserta mengikuti seluruh sesi dengan antusias, mulai dari diskusi interaktif hingga praktik lapangan. Melalui Program SIGAP ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, serta siap menghadapi potensi bencana kebakaran. (Mhd)
Eksplorasi konten lain dari DetikHukum
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















