Tembilahan – Universitas Islam Indragiri (UNISI) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bekerja sama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Coaching Clinic Kebenaran Jurus Tunggal Baku Pencak Silat di Venue Futsal Stadion Tembilahan, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. (Cand.) Meuthia Rezika Siswara, S.Pd., M.Pd., AIFO-P., C.Ps., wasit juri internasional, sebagai pemateri utama.
Ketua Panitia, Niko Zulni Pratama, S.Pd., M.Pd., mengatakan coaching clinic ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi atlet, pelatih, wasit juri, mahasiswa, dan pegiat pencak silat, sekaligus menyamakan pemahaman mengenai Kebenaran Jurus Tunggal Baku sesuai standar Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Menurutnya, kehadiran pemateri bertaraf internasional menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperdalam wawasan dan kemampuan teknis.
Acara yang semula dijadwalkan dibuka oleh Rektor Universitas Islam Indragiri (UNISI) tersebut akhirnya diwakili oleh Dekan FKIP UNISI, Andriansyah, S.Pd., M.Pd., karena Rektor berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Andriansya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut coaching clinic ini menjadi yang pertama di Kabupaten Indragiri Hilir yang menghadirkan wasit juri internasional sebagai narasumber. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi UNISI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mampu mengambil peran di tengah masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Karena itu, UNISI akan terus memfasilitasi berbagai kegiatan positif sebagai bekal bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Pendidikan Jasmani. Andriansyah juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh serta mengapresiasi antusiasme peserta yang datang tidak hanya dari lingkungan UNISI, tetapi juga dari luar kampus.
Sementara itu, Ketua Umum IPSI Kabupaten Indragiri Hilir, Riyanto Musri, M.H., menyampaikan apresiasi kepada UNISI atas kolaborasi dalam penyelenggaraan coaching clinic tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan standar pelaksanaan Kebenaran Jurus Tunggal Baku sesuai ketentuan PB IPSI, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pencak silat, serta menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Riyanto berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan belajar dari narasumber internasional dengan sebaik-baiknya sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembinaan atlet maupun saat bertugas sebagai pelatih dan wasit juri. Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia olahraga yang berkualitas dan mengharumkan nama Kabupaten Indragiri Hilir di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Di akhir acara pembukaan, mewakili Rektor UNISI, Andriansyah, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka Coaching Clinic Kebenaran Jurus Tunggal Baku Pencak Silat Tahun 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembinaan pencak silat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan IPSI dalam memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Indragiri Hilir. (Mhd)
Eksplorasi konten lain dari DetikHukum
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















