TEMBILAHAN, INDRAGIRI HILIR — Gelaran final turnamen sepak bola Bupati Cup Indragiri Hilir (Inhil) 2026 diwarnai gelombang protes dari masyarakat. Pasalnya, harga tiket masuk untuk menyaksikan laga pamungkas tersebut mendadak melonjak hingga dua kali lipat pada Jumat dan Sabtu (17–18 Juli 2026). Lonjakan tarif ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan penonton yang menilai ajang olahraga rakyat tersebut kini telah dikomersialisasi menjadi “pesta cuan” oleh panitia penyelenggara.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua PSSI Kabupaten Inhil, Yusrizal, berdalih bahwa kenaikan harga tiket sangat diperlukan untuk menutup biaya operasional. Salah satu pos pengeluaran terbesar yang ia sebutkan adalah untuk membayar jasa wasit berlisensi nasional yang didatangkan langsung dari Pekanbaru.
Namun, klaim operasional tersebut dibantah keras oleh sumber terpercaya. Sumber tersebut membeberkan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan turnamen—termasuk honor wasit, hadiah pemenang, hingga penyediaan hadiah menarik (doorprize)—sebenarnya sudah ditanggung sepenuhnya oleh seorang penyandang dana (donatur) utama berinisial M.
Informasi ini pun langsung memicu kecurigaan publik mengenai adanya dugaan tumpang tindih anggaran dan kurangnya transparansi dari pihak panitia penyelenggara. Hingga berita ini diterbitkan, Ketua PSSI Inhil belum memberikan jawaban atau klarifikasi lanjutan saat dikonfirmasi mengenai aliran dana yang mengalir dari donatur berinisial M tersebut.
Rilis Muhammad
Eksplorasi konten lain dari DetikHukum
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















