Laporan : Muhammad
Tembilahan, 5 Juli 2026 – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan sikap tegas dan mengecam keras aksi premanisme berupa pemukulan dan pengeroyokan yang menimpa Sekretaris PKC PMII Riau, Sahabat Supriadi. Insiden yang diduga dilakukan oleh sekitar delapan orang di warung kopi milik korban di Jalan Bangau Sakti, Pekanbaru, pada Minggu sore (5/7), dinilai sebagai bentuk intimidasi nyata terhadap aktivis dan kemunduran penegakan hukum di Bumi Lancang Kuning.
Ketua Umum PC PMII Inhil menyampaikan bahwa luka yang dialami oleh Sahabat Supriadi adalah luka bagi seluruh Aktivis dan kader PMII se-Provinsi Riau. Tindakan barbar ini tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun.
”Kami, segenap keluarga besar PC PMII Indragiri Hilir, mengutuk keras pengeroyokan terhadap Sekretaris PKC PMII Riau. Ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan ancaman serius terhadap ruang demokrasi dan keselamatan para aktivis yang menyuarakan kebenaran. Kami meminta Kapolda Riau untuk segera memburu dan menangkap pelaku” tegas Ketua PC PMII Inhil.
PC PMII Inhil juga menyoroti bahwa maraknya laporan intimidasi dan kekerasan yang menimpa kader-kader PMII akhir-akhir ini menunjukkan kurangnya ketegasan oleh aparat penegak hukum. Jika aparat penegak hukum lamban merespons, hal ini akan memberikan angin segar bagi para pelaku kekerasan untuk terus bertindak semena-mena tanpa rasa takut terhadap hukum.
Oleh karena itu, PC PMII Indragiri Hilir secara organisatoris menyatakan sikap dan tuntutan sebagai berikut:
1. Mendesak Kapolda Riau beserta jajaran Kepolisian Daerah Riau untuk bergerak cepat, responsif, dan menangkap seluruh pelaku.
2. Menuntut pengusutan tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme, dan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya.
3. Meminta jaminan keamanan bagi seluruh aktivis dan warga negara dari segala bentuk intimidasi fisik maupun psikis.
”Hukum tidak boleh tumpul ketika berhadapan dengan pelaku kekerasan. Kami di Indragiri Hilir akan merapatkan barisan dan satu komando bersama seluruh cabang se-Riau untuk mengawal proses hukum ini sampai tuntas. Tidak ada tempat bagi kekerasan di tanah Riau!” tutup pernyataan sikap PC PMII Inhil.
Eksplorasi konten lain dari DetikHukum
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















