BANDUNG– Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat yang akrab disapa Joker, angkat bicara mengenai dinamika politik dan birokrasi di Kota Bandung yang kian hari kian menghangat. Menanggapi situasi tersebut, Joker secara tegas meminta para pemimpin di Kota Kembang untuk menyudahi ego sektoral dan fokus menjaga kondusifitas wilayah demi kepentingan masyarakat luas.
“Masyarakat sudah lelah dan muak melihat panasnya gejolak politik yang terjadi saat ini. Sudah saatnya para pemimpin di Kota Bandung kembali ke khittah, yaitu saling menjaga keharmonisan. Rempug Jungkung Sauyunan, kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun pikeun ngabangun Kota Bandung (harus saling bergandengan tangan untuk membangun Kota Bandung),” ujar Rohimat Joker dalam keterangannya.
Senada dengan pesan persatuan yang tertuang dalam program Bandung Utama, LSM PMPR Indonesia menekankan pentingnya lima pilar utama demi kemajuan bersama:
- Humanis: Mengutamakan rasa kemanusiaan dalam setiap langkah kebijakan.
- Harmonis: Menjaga kerukunan, saling menghargai, dan aktif membangun kebersamaan.
- Tanpa Konflik: Menyelesaikan setiap perbedaan pandangan dengan jalan musyawarah dan kepedulian.
- Tanpa Kubu: Bersatu padu tanpa membeda-bedakan golongan, karena Kota Bandung adalah milik bersama.
- Untuk Kemajuan Bersama: Bersinergi membangun Bandung yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Secara Historis Probabilitas yang lahir dari Ego Kepemimpinan akan melahirkan kebijakan yang prematur , kita bisa meninjau pada sejarah-sejarah Kerajaan Besar di Indonesia seperti Majapahit dan Singosari juga Samudrapasai semuanya Runtuh karna Ada Ego dari pemangku kebijakan hal serupa terjadi di Masa Kerajaan Roma dan Dinasti Yuan Cina mereka Runtuh karna mengedepankan Ego Sentris Pemimpin dan intrik kekuasaan , ini menjadi Pekerjaan Rumah yang sangat berat bagi para pemimpin hal serupa terendus ada di Pemerintahan Kota Bandung sikap Pedang Tumpul dan Busur Panah melengkung sedang melangit hal ini harus dihindari karena Bandung yang dinamis merupakan bentuk dari keberhasilan pemerintahan itusendiri ujar kang Joker.
Selain menyoroti stabilitas politik, Ketua Umum PMPRI juga menyampaikan seruan khusus kepada aparat penegak hukum (APH). Ia meminta agar APH tetap objektif serta memberikan ruang dan kesempatan bagi para pemimpin maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk membuktikan integritas mereka.
“Kami meminta kepada pihak APH untuk memberikan kesempatan serta peluang bagi para pemimpin, baik dari jajaran pimpinan daerah maupun para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, untuk memperbaiki diri dan membuktikan kinerja terbaik mereka. Biarkan mereka fokus bekerja, berinovasi, dan menunjukkan kontribusi nyata untuk dan demi masyarakat Kota Bandung,” pungkasnya.
Melalui gerakan moral “Sauyunan Sahate, Bandung Juara!” ini, LSM PMPR Indonesia berharap Kota Bandung dapat kembali menjadi kota yang nyaman, damai, dan bersih dari perselisihan yang kontraproduktif.
Kota Bandung Punya potensi, Kota Bandung punya SDM yang mumpuni maka tidak selayaknya intrik egosentris jadi wajah utama Pemkot Bandung .
Eksplorasi konten lain dari DetikHukum
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















